Detail Cantuman
Advanced SearchManuskrip
Pergeseran dari Jathil Laki-laki ke Jathil Perempuan
Peran Jathil dalam pertunjukan Reyog Ponorogo awalnya dimainkan oleh laki-laki, khususnya gemblak, sebagai bagian dari struktur sosial dan spiritual Warok. Namun sejak era 1980-an, terjadi pergeseran signifikan: peran Jathil mulai diisi oleh perempuan, seiring dengan perubahan nilai sosial, estetika pertunjukan, dan persepsi publik terhadap gender. Kajian ini menelusuri faktor internal seperti motivasi seniman dan minat generasi muda, serta faktor eksternal seperti kebijakan budaya, stigma sosial, dan tuntutan visual pertunjukan. Transformasi ini tidak hanya mengubah komposisi penari, tetapi juga memperluas makna Jathil sebagai simbol keberanian, keindahan, dan ekspresi kolektif. Dokumentasi visual dan narasi komunitas menunjukkan bahwa pergeseran ini merupakan bentuk adaptasi budaya yang memperkaya identitas Reyog di era modern.
Ketersediaan
| No Exsemplar | Klasifikasi | Prodi | Lokasi Rak | Status |
|---|---|---|---|---|
| KK0162PPs | 394.5 PER | Prodi Pedagogi S2 | (Reyog Corner) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
394.5 PER
|
| Penerbit | : ., |
| Deskripsi Fisik |
30 x 18 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
394.5 PER
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






