Detail Cantuman
Advanced SearchManuskrip
Puyuhan atau Bebel
Puyuhan atau Bebel merupakan artefak tradisional yang sarat makna filosofis dalam budaya lokal Nusantara. Lebih dari sekadar benda fisik, objek ini merepresentasikan simbol angkara murka yang bersemayam dalam diri manusia. Melalui narasi reflektif yang menyertainya, artefak ini mengajak pada pemahaman tentang bahaya nafsu yang tidak terkendali, yang dapat menguasai orientasi hidup dan membawa petaka. Penyebutan tiga dunia—jamakali, Hantakoloba, dan Gunakoloba—menunjukkan kompleksitas kosmologi lokal yang digenggam oleh kekuatan batin. Studi terhadap Puyuhan atau Bebel membuka ruang interpretasi baru tentang bagaimana benda-benda ritual digunakan sebagai media pendidikan moral, pengendalian diri, dan pengingat spiritual dalam masyarakat tradisional.
Ketersediaan
| No Exsemplar | Klasifikasi | Prodi | Lokasi Rak | Status |
|---|---|---|---|---|
| KK0142PPs | 394.5 PUY | Prodi Pedagogi S2 | (Reyog Corner) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
394.5 PUY
|
| Penerbit | : ., |
| Deskripsi Fisik |
42 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
394.5 PUY
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






